Upaya Diskominfo Banten Dalam Memberantas Konten Negatif

Upaya Diskominfo Banten Dalam Memberantas Konten Negatif

Terkait akses internet yang digunakan untuk mengakses situs porno, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten telah berupaya untuk melakukan pencegahan. Sebagai upaya untuk mencegah penyalahgunaan internet terutama digunakan untuk mengakses situs porno dan judi online kami telah memasang firewall dan server DNS forwarder yang di-redirect ke layanan pemblokiran situs NAWALA Project (Trust Positif) dari Kemeterian Kominfo RI. Serta kami pun memanfaatkan fitur dan layanan dari OpenDNS yang berfungsi sebagai DNS filtering. Perangkat dan layanan tersebut digunakan untuk mencegah penggunaan akses yang tidak diinginkan.


Dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014, dijelaskan tata cara pemblokiran dan normalisasi situs yang dianggap melanggar peraturan. Kemenkominfo menyaring laporan-laporan yang dimasukkan melalui situs TRUST Positif dan melakukan pengecekan dan tindak lanjut. Trust Positif adalah situs yang dibuat Kemenkominfo untuk menampung aduan-aduan dari masyarakat terkait konten internet. Apabila dalam kondisi darurat, alias konten yang ada di internet benar-benar harus dihapus atau diblokir, Dirjen bisa menempatkan situs tersebut dalam daftar TRUST Positif dalam waktu 24 jam setelah laporan diterima.

Tahun ini kami telah meningkatkan sistem keamanan jaringan dengan memasang perangkat firewall FORTIGATE. Dengan perangkat ini setidaknya kami bisa mengurangi dan mengantisipasi penyalahgunaan internet yang menggunakan akses dari Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Provinsi Banten. Kami tidak bisa memblokir 100% penyalahgunaan internet untuk situs porno maupun judi online, hal ini dikarenakan setelah dilakukan penutupan dan pemblokiran terhadap situs tersebut, bermunculan juga situs-situs baru, namun kami terus berupaya melakukan pembatasan akses dengan mencari dan menutup akses ke situs-situs porno dan judi online. (Kadis Kominfo Statistik dan Persandian)